/
0 Comments
3 Profil orang sukses karena bekerja
Sri Mulyani

Selama menjadi seorang menteri, tak banyak yang tahu tentang kehidupan Ibu Sri Mulyani sebagai seorang pribadi. Yang orang tahu, hanyalah deretan prestasi dan portofolionya. Tidak mengherankan jika beliau dipercaya bekerja di Bank Dunia. Tak tanggung-tanggung, beliau adalah orang Indonesia pertama yang menjabat sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia. Ibu Sri Mulyani merupakan sosok wanita sukses yang anggun, analisisnya tajam dan kritis, tegas, namun jarang sekali berkeluh kesah. Ia selalu profesional dan mencintai dunia ekonomi yang telah dipilihnya di bangku kuliah. Beliau memulai karirnya sebagai Kepala Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Sejak itulah pengalaman kerja, kegiatan penelitian, dan publikasi beliau meroket. Karya-karya tersebut pula yang membawanya menjadi Menteri Keuangan Terbaik Asia 2006 menurut Emerging Markets, Wanita Paling Berpengaruh ke-23 di Dunia versi majalah Forbes di tahun 2008,dan Wanita Paling Berpengaruh ke-2 di Indonesia versi majalah Globe Asia di bulan Oktober 2007. Tidak hanya memiliki kemampuan yang luar biasa dalam bidangnya, beliau adalah sosok yang patut menjadi inspirasi dan panutan bagi semua orang, khususnya wanita Indonesia. Dedikasi dan keteguhannya menjalani posisi yang bagi banyak orang sulit atau mustahil, ia percaya bisa dan mampu menjalankannya.

Anies Baswedan

Nama Anies Baswedan kini sudah tidak asing lagi untuk masyarakat Indonesia. Namanya mulai dikenal ketika menjabat sebagai rektor di Universitas Paramadina. Berkat kepeduliannya yang besar pada pendidikan anak bangsa, digagaslah Gerakan Indonesia Mengajar. Selain itu, masih ada program Indonesia Menyala dan Kelas Inspirasi. Pemikiran nyatanya dalam bidang pendidikan tersebut turut menghantarkan beliau sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo. Pengalamannya pun begitu banyak! Bahkan ia sudah memupuk itu semua semenjak bangku SMP dengan bergabungnya di OSIS. Meski jalan hidup Bapak Anies terkesan lurus-lurus saja, namun bukannya ia tak pernah prihatin. Semasa SMA, beliau harus mengenyam masa pendidikan selama empat tahun karena mengikuti pertukaran pelajar AFS. Ketika selesai mengambil kuliah doktor pada 2004 di Amerika, pun begitu. Karena tidak memiliki uang untuk kembali ke tanah air, beliau sempat bekerja sebagai manajer riset di IPC, Inc. Chicago, sebuah asosiasi perusahaan elektronik sedunia. Tak ada yang sia-sia, justru lewat keprihatinan itulah beliau sadar akan kondisi pendidikan di Indonesia.
Tinggal, belajar, dan bekerja di Amerika membuat beliau memahami bahwa anak-anak Indonesia membutuhkan kompetensi kelas dunia untuk bersaing di lingkungan global. Tetapi kompetensi kelas dunia saja tak cukup. Anak-anak muda Indonesia harus punya pemahaman empatik yang mendalam seperti akar rumput meresapi tanah tempatnya hidup. Semua proses di atas, secara perlahan membentuk ide besar Gerakan Indonesia Mengajar. Konstruksi dasarnya mulai terumuskan pada pertengahan 2009. Ketika itu, Anies mendiskusikan dan menguji idenya pada berbagai pihak. Gagasan ini kemudian siap mewujud ketika beberapa pihak berkenan menjadi sponsor. Proses untuk mendesain dan mengembangkan konsep Indonesia Mengajar pun dimulai pada akhir 2009, dengan membentuk tim kecil yang kemudian berkembang hingga menjadi organisasi seperti sekarang ini. Dalam berbagai kesempatan, Anies Baswedan selalu mengatakan ada tiga hal yang ia jadikan pedoman dalam memilih karier. Apakah secara intelektual dapat tumbuh, apakah masih dapat menjalankan tanggung jawab sebagai kepala keluarga, dan apakah mempunyai pengaruh sosial. Kamu pun dapat belajar dari Bapak Anies. Jangan remehkan ide-ide kecilmu karena ide Gerakan Indonesia Mengajar juga bermula dari ide kecil dan kepedulian. Bapak Anies sendiri adalah sosok yang dekat dengan orang tua dan keluarga karena lewat doa mereka, ia pun jadi sesukses sekarang.

Jakob Oetama 

Jakob Oetama merupakan wartawan dan salah satu pendiri surat kabar Kompas. Saat ini ia merupakan Presiden Direktur Kelompok Kompas-Gramedia, Pembina Pengurus Pusat Persatuan Wartawan Indonesia, dan Penasihat Konfederasi Wartawan ASEAN. Jakob adalah putra seorang pensiunan guru di Sleman, Yogyakarta. Setelah lulus SMA (Seminari) di Yogyakarta, ia mengajar di SMP Mardiyuwana (Cipanas, Jawa Barat) dan SMP Van Lith Jakarta. Tahun 1955, ia menjadi redaktur mingguan Penabur di Jakarta. Jakob kemudian melanjutkan studinya di Perguruan Tinggi Publisistik Jakarta dan Fakultas Sosial Politik UGM Yogyakarta. Karir jurnalistik Jakob dimulai ketika menjadi redaktur Mingguan Penabur tahun 1956. Pada April 1961, Ojong mengajak Jakob membuat majalah baru bernama Intisari, isinya sari pati perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dunia.  
Majalah bulanan Intisari terbit pertama kali Agustus 1963. Karir jurnalistik Jakob dimulai ketika menjadi redaktur Mingguan Penabur tahun 1956 dan berlanjut dengan mendirikan majalah Intisari tahun 1963 bersama P.K. Ojong, yang mungkin diilhami majalah Reader’s Digest dari Amerika. Dua tahun kemudian, 28 Juni 1965, bersama Ojong, Jacob mendirikan harian Kompas yang dikelolanya hingga kini. Tahun 80-an Kompas Gramedia Group mulai berkembang pesat, terutama dalam bidang komunikasi. Saat ini, Kompas Gramedia Group memiliki beberapa anak perusahaan/bisnis unit yang bervariatif dari media massa, toko buku, percetakan, radio, hotel, lembaga pendidikan, event organizer, stasiun TV hingga universitas. Jakob Oetama adalah penerima doktor honoris causa ke- 18-yang dianugerahkan UGM setelah sebelumnya gelar yang sama dianugerahkan UGM kepada Kepala Negara Brunei Darussalam Sultan Hassanal Bolkiah. Promotor Prof Dr Moeljarto Tjokrowinoto dalam penilaiannya menyatakan, jasa dan karya Jakob Oetama dalam bidang jurnalisme pada hakikatnya merefleksikan jasa dan karyanya yang luar biasa dalam bidang kemasyarakatan dan kebudayaan. Ia juga telah memberikan pengaruh tertentu kepada kehidupan pers di Indonesia. Dalam pertimbangannya, UGM menilai Jacob Oetama sejak tahun 1965 berhasil mengembangkan wawasan dan karya jurnalisme bernuansa sejuk, yaitu “kultur jurnalisme yang khas”, wawasan jurnalistik yang berlandaskan filsafat politik tertentu. Kultur jurnalisme itu telah menjadi referensi bagi kehidupan jurnalisme di Indonesia.

3 Profil orang sukses karena berwirausaha
Handy Setiono (Owner Kebab Turki Baba Rafi)

Jatuh bangun sempat dirasakan oleh Hendy Setiono saat memulai bisnisnya. Hendy merintis usaha bidang kuliner kebab turki, kuliner asli timur tengah itu di modifikasi sedemikian rupa agar rasanya cocok sama lidah orang indonesia.Saat mulai usaha kuliner ini Hendy sempat di tipu oleh karyawannya sendiri, pernah juga di tinggal oleh karyawannya sehingga dia dan istrinya harus terjun langsung untuk berjualan.Berkat kerja keras dan usahanya Hendy berhasil mengembangkan jaringan bisnisnya keseluruh Indonesia. Tidak hanya itu Hendy dinobatkan sebagai pengusaha sukses se Asia under 25 oleh majalah Business Wekk International pada tahun 2006.

Reza Nurhilman (CEO Keripik Makicih)


Pemuda yang lebih familiar dengan panggilan  AXL ini terkenal dengan produk keripik pedasnya (Makicih).Bermodal 50 juta dia memproduksi 50 bungkus keripik per harinya, dan memasarkan produknya hanya lewat mediaonline.Dengan kerja keras dan keuletannya sekarang ini AXL telah memiliki beberapa produk unggulan seperti keripik singkong pedas (level 3,5, dan 10), gurilem, seblak dan Baso goreng. Berkat usaha keripiknya AXL bisa membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar tempat produksinya, sekarang ini produksinya telah mencapai 2000-5000 per hari dan bisa menyerap tenaga kerja sebanyak 30 orang untuk membantu produksi.



Purdi E Chandra (CEO Primagama)


Sekarang ini siapa yang tidak tahu lembaga bimbingan belajar Primagama,  Purdi E Chandra merupakan sosok di balik berdirinya lembaga bimbingan belajar Primagama,  yang mendapatkan rekor MURI sebagai lembaga bimbingan belajar terbesar se Indonesia. Pada mulanya Primagama hanya memiliki 2 murid saja, akan tetapi berkat usaha dan keuletan Purdi E Chandra sehingga bisa berkembang pesat, seperti kita tahu sekarang Primagama memiliki murid lebih dari seratus ribu murid per tahun dan mempunyai ratusan qutlet yang tersebar di kota-kota besar di Indonesia.




Perbandingan Karakter
Perbandingan
Karakter
Sukses Karena Bekerja
Sukses Karena Berwirausaha
Cerdas
Belajar dari setiap pengalaman dalam berkarir, sehingga mempunyai jabatan tinggi
Dapat melihat peluang sekecil mungkin yang tidak terpikirkan oleh orang lain
Berani
Berani menghadapi resiko dari setiap tindakan yang dilakukan
Berani memulai sesuatu yang baru walaupun resikonya besar
Kepemimpinan
Tegas, punya pendirian, bertanggungjawab terhadap tugasnya
Dapat memimpin usaha yang dibangun nya dari kecil hingga menjadi besar
Kerja Keras
Kerja keras dalam karirnya dimulai dari bawahan hingga dapat jabatan yang sangat berpengaruh
Selalu berusaha dan belajar dari kesalahan, punya tekad yang kuat walaupun harus jatuh bangun untuk mencapai kesuksesan

Saya memilih karakter kerja keras karena setiap usaha yang kita lakukan pasti tidak akan mengkhianati, terus jangan pernah menyerah walaupun harus jatuh bangun karena dari situ kita belajar dan dibentuk menjadi orang sukses. Kerja keras itu sangat penting baik saat kita berkarir maupun berwirausaha, karena menurut saya rencana yang baik harus diikuti dengan kerja keras untuk mencapai kesuksesan.

              http://www.hipwee.com/motivasi/dari-7-orang-indonesia-yang-sukses-di-luar-negeri-ini- kamu-akan-ingat-pentingnya-kerja-keras-dan-percaya-diri/
    http://www.biografiku.com/2012/05/biografi-jakob-oetama-pendiri-surat.html







You may also like

3 Profil orang sukses karena bekerja Sri Mulyani Selama menjadi seorang menteri, tak banyak yang tahu tentang kehidupan Ibu Sri M...

Tidak ada komentar: