Sosial Masyarakat Desa di Masyarakat
/
0 Comments
Masyarakat pedesaan selalu memiliki
ciri-ciri atau dalam hidup bermasyarakat, yang biasanya tampak dalam perilaku
keseharian mereka. Pada situasi dan kondisi tertentu, sebagian karakteristik
dapat digeneralisasikan pada kehidupan masyarakat desa di Jawa. Namun demikian,
dengan adanya perubahan sosial religius dan perkembangan era informasi dan
teknologi, terkadang sebagian karakteristik tersebut sudah “tidak berlaku”.
Masyarakat pedesaan juga ditandai dengan pemilikan ikatan perasaan batin yang
kuat sesama warga desa, yaitu perasaan setiap warga/anggota masyarakat yagn
amat kuat yang hakekatnya, bahwa seseorang merasa merupakan bagian yang tidak
dapat dipisahkan dari masyarakat dimanapun ia hidup dicintainya serta mempunyai
perasaan bersedia untuk berkorban setiap waktu demi masyarakatnya atau
anggota-anggota masyarakat, karena beranggapan sama-sama sebgai masyarakat yang
saling mencintai saling menghormati, mempunyai hak tanggung jawab yang sama
terhadap keselamatan dan kebahagiaan bersama di dalam masyarakat.
Adapun yang menjadi ciri masyarakat desa
antara lain :
- Didalam
masyarakat pedesaan di antara warganya mempunyai hubungan yang lebih
mendalam dan erat bila dibandingkan dengan masyarakat pedesaan lainnya di
luar batas wilayahnya.
- Sistem
kehidupan umumnya berkelompok dengan dasar kekeluargaan
- Sebagian
besar warga masyarakat pedesaan hidup dari pertanian
- Masyarakat
tersebut homogen, deperti dalam hal mata pencaharian, agama, adapt
istiadat, dan sebagainya
Didalam masyarakat pedesaan kita
mengenal berbagai macam gejala, khususnya tentang perbedaan pendapat atau paham
yang sebenarnya hal ini merupakan sebab-sebab bahwa di dalam masyarakat
pedesaan penuh dengan ketegangan –ketegangan sosial. Gejala-gejala sosial yang
sering diistilahkan dengan :
–
konflik
–
kontraversi
–
kompetisi
Pada zaman modern seperti sekarang ini
sangat menarik jika berbicara tentang kehidupan masyarakat desa karna pola
kehidupan meraka sangat berbeda dengan masyarakat sekarang. Jika Berbicara
tentang masyarakat Desa tidak akan terlepas dari pola hidup tradisional baik
dari segi interaksi sosial maupun dari segi cara pengembangan taraf
perekonomian. Masyarakat tradisional adalah masyarakat yang kehidupannya masih
banyak dikuasai oleh adat istiadat lama. Adat istiadat adalah suatu aturan yang
sudah mantap dan mencakup segala konsepsi sistem budaya yang mengatur tindakan
atau perbuatan manusia dalam kehidupan sosialnya. Jadi, masyarakat tradisional
di dalam melangsungkan kehidupannya berdasarkan pada cara-cara atau
kebiasaan-kebiasaan lama yang masih diwarisi dari nenek moyangnya. Kehidupan
mereka belum terlalu dipengaruhi oleh perubahan-perubahan yang berasal dari
luar lingkungan sosialnya. Kebudayaan masyarakat tradisional merupakan hasil
adaptasi terhadap lingkungan alam dan sosial sekitarnya tanpa menerima pengaruh
luar. Jadi, kebudayaan masyarakat tradisional tidak mengalami perubahan
mendasar. Karena peranan adat-istiadat sangat kuat menguasai kehidupan mereka.
Masyarakat desa adalah sekelompok orang yang hidup bersama, bekerja sama, dan
berhubungan erat secara tahan lama, dengan sifat-sifat yang hampir seragam.
Dengan kata lain Rasa kekeluargaan masyarakat desa lebih kental di bandingkan
dengan masyarakat kota, seperti contoh : masyarakat pada suatu desa pasti
saling kenal antara masyarakat yang satu dengan yang lainya, bahkan dalam satu
desa interaksi sosial seperti tidak ada batasan karena yang satu dengan yang
lainnya sudah seperti keluarga. Sedangkan pada masyarakat kota yang satu dengan
tetangganya saja bisa tidak saling mengenal, bahkan yang paling parahnya
interaksi sosial bisa terputus hanya karena perbedaan status sosial ekonomi.
Secara sosial kehidupan di desa sering dinilai sebagai kehidupan yang tenteram, damai, selaras, jauh dari perubahan yang dapat menimbulkan konflik. Perlu dipahami bahwa tidak semua masyarakat desa dapat kita sebut sebagai masyarakat tradisional, sebab ada desa yang sedang mengalami perubahan ke arah kemajuan dengan meninggalkan kebiasaan-kebiasaan lama. Jadi, masyarakat desa yang dimaksud sebagai masyarakat tradisional dalam pembahasan ini adalah mereka yang berada di pedalaman dan kurang mengalami perubahan atau pengaruh dari kehidupan kota.
Secara sosial kehidupan di desa sering dinilai sebagai kehidupan yang tenteram, damai, selaras, jauh dari perubahan yang dapat menimbulkan konflik. Perlu dipahami bahwa tidak semua masyarakat desa dapat kita sebut sebagai masyarakat tradisional, sebab ada desa yang sedang mengalami perubahan ke arah kemajuan dengan meninggalkan kebiasaan-kebiasaan lama. Jadi, masyarakat desa yang dimaksud sebagai masyarakat tradisional dalam pembahasan ini adalah mereka yang berada di pedalaman dan kurang mengalami perubahan atau pengaruh dari kehidupan kota.
Sumber:
http://leo-leonardi.blogspot.com/2011/01/kehidupan-sosial-masyarakat-desa-pada.html
