Definisi Wirausaha
Wirausaha merupakan orang yang menjalankan suatu usaha atau perusahaan dengan kemungkinan untung atau rugi. Oleh karena itu wirausaha harus memiliki kesiapan mental, baik untuk menghadapi keadaan merugi maupun untung besar. Sehingga seorang wirausaha harus mempunyai karakteristik khusus yang melekat pada diri seorang wirausaha seperti percaya diri, mempunyai banyak minat, bisa bersepakat, mempunyai ambisi, berjiwa penjelajah, suka mencoba sesuatu.
Menurut Joseph C. Schumpeter wirausaha adalah orang yang mampu menghancurkan keseimbangan pasar dan kemudian membentuk keseimbangan pasar yang baru dan mengambil keuntungan-keuntungan atas perubahan-perubahan tersebut. Sedangkan menurut Syamsudin Suryana wirausaha adalah seseorang yang memiliki karakteristik percaya diri, berorientasi pada tugas dan hasil, pengambil resiko yang wajar, kepemimpinan yang lugas, kreatif menghasilkan inovasi, serta berorientasi pada masa depan.

Karakteristik Wirausaha
Karakteristik wirausaha tercermin dari sifat-sifat yang ada dalam diri seseorang. Ada beberapa sifat tertentu yang akan mewarnai jiwa kewirausahaan seseorang, antara lain:
1. Inisiatif
Seorang wirausaha harus mempunyai inisiatif, yaitu prakarsa atau ikhtiar dalam membuka peluang atau membangun kegiatan yang berguna bagi dirinya dan orang lain.
2. Disiplin
Dalam menjalankan kehidupan dan kegiatan usahanya, wirausahawan dituntut untuk memiliki kedisiplinan. Kedislipinan harus diterapkan dalam berbagai hal, sesuai dengan usaha yang sedang dijalankan.
3. Komitmen Tinggi
Untuk mendukung tercapainya keberhasilan usaha, wirausaha harus mempunyaikomitmen yang tinggi terhadap jegiatan usaha yang dijalankannya.
4. Jujur
Sifat jujur adalah perilaku utama yang harus ditonjolkan wirausaha untuk membangun kepercayaan (kredibilitas) dari semua pihak antara lain mitra kerja, kreditor, dan pelanggan.
5. Kreatif dan Inovatif
Wirausaha harus mempunyai kreativitas (daya cipta) yang relatif tinggi, intuisi yang kuat, wawasan yang luas, prakarsa/inisiatif yang relatif tinggi, sehingga mampu menjadi pribadi yang inovatif.
6. Mandiri dan Realistis
Wirausaha harus memiliki sikap hidup mandiri, dinamis, dan dapat memandang kehidupan serta perkembangan bisnis secara realistis. Ia harus memiliki jiwa kepemimpinan dan sikap yang pantang menyerah.
Dengan karakteristik seperti yang diungkapkan diatas, maka seorang wirausaha biasanya mempunyai kemampuan tertentu, antara lain:
  • Kemampuan dalam membuka, mencari, menciptakan, dan menggunakan peluang.
  • Kemampuan untuk menemukan sesuatu yang baru.
  • Kemampuan untuk menyatukan faktor-faktor produksi atau mengorganisasikan perusahaan secara efektif dan efisien
  • Kemampuan dalam beradaptasi dengan lingkungan bisnis, masyarakat, dan pemerintah
  • Kemampuan dalam mengambil keputusan dan meminimalkan risiko
  • Kemampuan memanfaatkan fasilitas dan teknologi yang ada
  • Kemampuan untuk bersaing dengan pihak lain
Menurut Zimmerer dan Scarborough, karakteristik wirausaha ada 13. Berikut ini merupakan karakteristik wirausaha yang sukses.
  1. Komitmen tiilggi terhadap tugas.
  2. Mau bertanggungjawab
  3. Mempertahankan minat kewirausahaan dalam diri.
  4. Peluang untuk mencapai cita-cita.
  5. Toleransi terhadap risiko dan ketidakpastian.
  6. Percaya pada diri sendiri.
  7. Kreatif dan fleksibel.
  8. Ingin memperoleh balikan modal segera.
  9. berenergik
  10. Motivasi untuk lebih unggul.
  11. Berorientasi ke masa depan.
  12. Mau belajar dari kegagalan.
  13. Kemampuan memimpin
Menurut Wasty Soemanto, tanda wirausaha adalah manusia yang memiliki kepribadian kuat.Hal itu ditunjukkan dengan ciri-ciri, antara lain sebagai berikut.
  1. Sikap moral yang tinggi.
  2. Sikap mental wiraswasta.
  3. Kepekaan terhadap lingkungan.
  4. Keterampilan wirausaha.

Hubungan Kewirausahaan dengan Teknik Industri
Kewirausahaan mempunyai hubungan yang terkait dengan Teknik Industri. Dalam Teknik Industri kita belajar bagaimana mengatur segala kebutuhan yang diperlukan dalam perusahaan. Kita pun harus dapat mengelola bagaimana perusahaan dapat menghasilkan keuntungan maksimal dengan efisiensi biaya dan waktu. Begitupun kewirausahaan kita harus dapat mengelola usaha kita untuk dapat menghasilkan keuntungan. Dalam hal ini seorang teknik industri dan seorang wirausaha merupakan planner yang baik. Orang teknik industri akan merencanakan alat apa saja yang dibutuhkan dan di waktu kapan modal itu akan kembali lalu berapa keuntungan yang akan kita dapatkan . Sama hal nya dalam berwirausaha kita harus dapat menentukan apa saja yang diperlukan untuk membuat usaha jangan sampai kita memebeli alat atau barang yang tidak efektif. Orang teknik industri juga belajar inovatif dan kreatif untuk dapat bersaing dengan pesaing lain. Seorang wirausaha juga akan terus berkembang dan mengasah kreatifitasnya agar produk yang dijual nya dapat menarik pembeli





Definisi Wirausaha Wirausaha merupakan orang yang menjalankan suatu usaha atau perusahaan dengan kemungkinan untung atau rugi. Oleh karen...

PROSES PRODUKSI PUPUK UREA
Proses pembuatan Urea dibuat dengan bahan baku gas CO2 dan liquid NH3 yang disupply dari Pabrik Amonia. Proses pembuatan Urea tersebut dibagi menjadi 6 unit, yaitu:
1.    Sintesa Unit
Unit ini merupakan bagian terpenting dari pabrik Urea, untuk mensintesa Urea dengan mereaksikan Liquid NH3 dan gas CO2 di dalam Urea Reaktor dan ke dalam reaktor ini dimasukkan juga larutan recycle karbamat yang berasal dari bagian Recovery. Tekanan operasi di Sintesa adalah 175 Kg/cm2 G. Hasil Sintesa Urea dikirim ke bagian Purifikasi untuk dipisahkan ammonium karbamat dan kelebihan ammonianya setelah dilakukan stripping oleh CO2.

2.    Purifikasi Unit
Ammonium karbamat yang tidak terkonversi dan kelebihan amonia di unit Sintesa diuraikan dan dipisahkan dengan cara tekanan dan pemanasan dengan dua step penurunan tekanan, yaitu pada 17kg/cm2 G dan 22,2 kg/cm2 G. Hasil peruraian berupa gas CO2 dan NH3 dikirim ke bagian Recovery, sedangkan larutan ureanya dikirim ke bagian kristaliser.

3.    Kristaliser Unit
Larutan urea dari unit Purifikasi dikristalkan dibagian ini secara vacuum. Kemudian kristal ureanya dipisahkan di Centrifuge. Panas yang diperlukan untuk menguapkan air diambil dari panas sensibel larutan urea, maupun panas kristalisasi urea dan panas yang diambil dari sirkulasi Urea Slurry ke HP Absorber dari Recovery.

4.    Prilling Unit
Kristal urea keluaran Centrifuge dikeringkan sampai menjadi 99,8% berat dengan udara panas, kemudian dikirimkan ke bagian atas Prilling Tower untuk dilelehkan dan didistribusikan merata ke seluruh distributor, dan dari distributor dijatuhkan ke bawah sambil didinginkan oleh udara dari bawah dan menghasilkan produk urea butiran (prill). Produk urea dikirim ke bulk storage dengan belt conveyor.

5.    Recovery Unit
Gas ammonia dan gas CO2 yang dipisahkan dibagian purifikasi diambil kembali dengan 2 step absorbsi dengan menggunakan mother liquor sebagian absorbentkemudian di-recycle kembali ke bagian sintesa.

6.    Proses Kondensat Treatment Unit
Uap air yang menguap dan terpisahkan dibagian kristaliser didinginkan dan dikondensasikan. Sejumlah kecil urea, NH3, dan CO2 ikut kondensat kemudian diolah dan dipisahkan di stripper dan hydrolizer. Gas CO2 dan gas NH3-nya dikirim kembali ke bagian purifikasi untuk di-recover. Sedang air kondensatnya dikirim ke utilitas.

LIMBAH PRODUKSI
Jenis limbah yang dihasilkan oleh industri pupuk adalah limbah cair, gas dan padat.
11. Limbah Cair
·       Limbah cair mengandung amoniak dan urea berasal dari pabrik amoniak dan pabrik urea
·       Limbah cair mengandung minyak berasal dari compressor dan pompa
·       Limbah cair mengandung asam/basa berasal dari unit Demineralisasi
·       Limbah Cair mengandung Lumpur berasal dari pengolahan air
·       Limbah Sanitasi mengandung suspended solid, BOD dan Koliform

22. Limbah Gas dan Kebisingan
·   Limbah gas buang / stack gas berasal dari emisi boiler-boiler dan reformer dari pabrik utilitas dan pabrik amoniak. Diatasi dedngan pengoperasian boiler sesuai SOP dan pembakaran gas alam dengan oksigen berlebih
·   Emis gas NH3 dan debu urea berasal dari bagian atas menara pembutir. Diatasi dengan pengendalian urea dust separator system wet scrubber dan penggantian filter secara kontinyu
·      Limbah gas buang (Purge gas) yang berasal dari daur sintesa pabrik amoniak diatas dengan memasang Unit Hydrogen Recovery untuk memisahkan NH3 dan H2
·      Sumber kebisingan yang berasal dari pabrik utilitas, pabrik amoniak dan pabrik urea diatasi dengan keharusan setian pekerja memakai alat penyumbat telinga

33.  Limbah Padat
·    Limbah katalis bekas berasal dari pabrik amoniak yang mengandung oksida-oksida dari : Ni, Zn, Cu, Fe, Mo, Co. Diatasi dengan penyimpanan sementara ditempat yang aman kemudian dijual kembali
·    Limbah Debu urea berasal dari unit pengantongan. Diatasi dengan pemasangan peralatan dust collectordehumidifier dan exhaust fanurea dust dan wastedilarutkan kembali kemudian direcycle

Strategi Pengendalian dan Penanggulangan Limbah
1         1. Pencegahan terjadinya insideen pencemaran
ü  House Keeping, untuk mencegah terjadinya kebocoran, ceceran atau tetesan bahan pencemar
ü  Mengendalikan kondisi operasi pabrik sesuai SOP
ü  Operasi penanggulangan keadaan darurat
ü  Melakukan minimisasi limbah dengan cara daur ulang (recycling), penggunaan kembali (reuse)
2. Memasang dan mengoperasikan alat pengolah limbah
3. Pemantauan kualitas air limbah dan air sungai

PENGOLAHAN LIMBAH CAIR
Salah satu penanganan limbah yang akan dibahas yaitu limbah cair, karena limbah cair pabrik pupuk urea dapat menimbulkan kerusakan ekosistem badan air yang sangat serius. Agar tidak mencemari lingkungan maka seluruh limbah cair diolah terlebih dahulu dengan proses fisika, kimia, biologi atau gabungan ketiga proses tersebut, sebelum dibuang ke lingkungan (sungai). Unit pengolahan tersebut antara lain:
1.    Kolam Pengendap Lumpur
Terdiri dari dua kolam yang beroperasi parallel, yang mempunyai tujuan utama untuk memisahkan bahan-bahan padat yang terkandung dalam air limbah yang berasal dari:backwash sand filter, blowdown clarifier dan blodown boiler. Kapasitas dari dua kolam inisekitar 9 juta gallon dan cukupmampu untuk menampung. Lumpur dalam selang waktu 6 tahun. Overflow dari kola ini akan mengalir ke Kolam Equalisasi / stabilisasi.

2.    Kolam Netralisasi
Unit ini berfungsi untuk menetralkan air buangan yang bersifat asam atau basa, yang berasal dari: regenerasi unit penukar ion di unit demineralisasi. Untuk mencapai pH netral (=7,0) kolam ini dilengkapi deengan mixer dan perlengkapan untuk menambahkan asam sulfat atau kaustik seperti yang diinginkan. Kapasitas kolam adalah 100.000 galon, cukup untuk waktu ritensi 3 – 4 jam. Keluaran dari kolam mini dialirkan ke kolam equalisasi/stabilisasi.

3.    Unit Sanitasi
Unit ini dirancang untuk memproses air limbah sanitasi dengan system Lumpur aktif, dilanjutkan dengan aerasi udara dan klorinasi. Unit ini mempunyai kapasitas retensi desain sekitar 50.000 galon. Keluaran kolam mini dialirkan ke kolam stabilisasi.

4.    Unit Pemisah Air Berminyak
Unit ini dirancang untuk mengolah buangan minyak dari kompresor pabrik amoniak, dan buangan minyak dari utility dan urea dengan metode perbedaan berat jenis. Unit ini mempunyai design kapasitas pemrosesan 300 gpm, daya tampung cairan 3.600 gallon, konsentrasi minyak keluaran 1,5 mg/l

5.    Unit Pemisah Amoniak
Unit ini dirancang untuk memisahkan amoniak yang terkandung dalam air buangan dengan metoda Steam Stripping. Metoda pemisahan yang dipakai adalah proses pelepasan amoniak dengan steam. Jika amoniak dalam air buangan dikontakkan deengan aliran steam berlawanan arah dalam suatu menara berpacking maka amoniak akan dibebaskan.
Beberapa factor yang mempengaruhi efisiensi proses pelepasan amoniak adalah: jenis unit stripping, pH, Suhu Laju pembebanan dan pengendapan kerak.

6.    Kolam Ekulaisasi/Stabilisasi
Kola mini berfungsi untuk menstabilkan air limbah agar kualitasnya sama (equal) dengan kualitas air sekitarnya.


PEMANTAUAN LIMBAH CAIR INDUSTRI PUPUK
Program pemantauan lingkungan untuk menjaga kualitas air limbah dan badan air penerima (sungai) dilakukan secara kontinyu oleh bagian ekologi yang dianalisasi oleh laboratorium intern, dan laboratorium intansi pemerintah yang terkait dengan pemantauan lingkungan.


SUMBER:

PROSES PRODUKSI PUPUK UREA Proses pembuatan Urea dibuat dengan bahan baku gas CO2 dan liquid NH3 yang di supply  dari Pabrik Amonia. Pro...

PT Production Recycling Indonesia



Profil Perusahaan





PT Production Recycling Indonesia (PT PRI) pertama kali didirikan pada tahun 2011 oleh para pakar dari penjuru dunia yang dikombinasikan dengan ilmu pengetahuan dari Jerman, untuk mencapai proses yang cepat dalam pengolahan daur ulang kuantitas penggunaan plastik PET. Plastik PET atau Polyethyline
Terephthalate 
adalah suatu polyester yang terdiri secara ekslusif dari karbon, hidrogen dan oksigen. PT Production Recycling Indonesia menawarkan solusi yang lebih baik dalam pengolahan plastik PET, dengan teknologi proses yang baru, yang lebih ramah lingkungan dan menghemat sumber alam oli dan gas dibandingkan dengan  pengolahan plastik secara konvensional seperti dibakar
PT Production Recycling Indonesia memiliki target dalam proses produksinya. Dalam tujuan jangka menengah, PT PRI menargetkan untuk menjadi produsen plastik PET dengan mutu terbaik di Indonesia. Dalam jangka panjang, PT PRI menargetkan untuk merealisasikan “Botol untuk produksi Botol” melalui produksi serpihan plasik PET bermutu baik. Inti filosofi dari PT PRI adalah untuk melindungi dan melestarikan lingkungan. Untuk mencapai target tersebut, PT PRI telah mendirikan daur ulang plastik PET modern yang terletak di Dusun Tamelang RT. 008 RW. 004, Desa Mekarjaya, Kecamatan Purwasari, Kabupaten Karawang.



Produk dan Proses Produksi PT. Production Recycling Indonesia

Dalam masyarakat modern kita terpanggil untuk mengaplikasikan bermacam sintetis pada berbagai lapangan. Satu dari yang paling menarik adalah plastik PET. PET atau Polyethyline Terephthalate adalah suatu polyester yang terdiri secara ekslusif dari karbon, hidrogen dan oxygen. Untuk memproduksi 1 kg PET, kita perlukan 1.9 kg minyak mentah dan 23 Kwh.
Dengan fasilitas modern yang digunakan oleh PT PRI, proses daur ulang plastik ini akan menghemat penggunaan energi sekitar 50% atau lebih dari 1 liter minyak mentah serta menghemat lebih dari 3 kg gas rumah kaca seperti contohnya karbondioksida (Co2), gas yang termasuk metana dan gas-gas lainnya yang relevan berhubungan dengan rumah kaca. Secara teknis, PET adalah suatu linear resin termoplastik yang dibentuk dengan cara kondensasi dari etilena glikol dan asam tereftalat yang dapat meleleh pada suhu diatas 250 °C , untuk membentuk amarf.

 Dasar kebutuhan daur ulang plastik PET adalah kemurnian dalam menangani bahan bakunya dari segala jenis ketidakmurnian atau kotoran yang dihindari. Tingkat kemurniannya dapat dibedakan tergantung dari permintaan dan kegunaan untuk kedepannya. Saat ini serpihan plastik botol PET diharapkan dengan tingkat kemurnian tinggi. Untuk mencapai ulang hasil yang mendekati 100% plastik PET untuk memproduksi botol-botol bekas pakai menjadi botol-botol baru, penanganan bahan bakunya harus mendekati murni atau mendekati sempurna bersih dari kotoran.


Setelah proses pengecekan kasat mata, plastik botol PET bekas kebanyakan dipress dan dikemas dalam bentuk bal-bal. Pada langkah awal setiap kali produksi plastik PET adalah benar-benar teliti melakukan sortir baik secara manual ataupun menggunakan mesin. Pada tahap ini semua warna serta plastik bukan PET akan disortir dan diambil keluar. Khususnya semua jenis plastik PVC akan diambil keluar. Bahan baku yang telah disortir akan digiling atau dicacah menjadi serpihan kecil tergantung dari kebutuhan pemakaiannya. PT PRI menggunakan mesin cacah atau giling kapasitas besar untuk memberikan hasil serpihan yang proporsional. Disamping langkah penyortiran, pencucian dilakukan untuk melakukan sterilisasi, baik pencucian dengan menggunakan air dingin ataupun juga air panas, begitu juga dengan air mengunakan detergent serta tanpa detergent. Tahapan ini merupakan langkah penting untuk menghasilkan serpihan plastik PET yang bermutu tinggi. Berikut ini adalah serpihan daur ulang plastik PET yang dihasilkan oleh PT PRI.
Gambar Proses Produksi






Sumber:
                            http://www.pt-pri.com

PT Production Recycling Indonesia Profil Perusahaan PT Production Recycling Indonesia (PT PRI) pertama kali didirikan pada tah...



I-NEWS bekerjasama dengan UG-News
Kunjungan dalam rangka kerjasama HMTI-UG dan Keluarga MTI ITB
Tepat pada sabtu, 23 Januari 2016 lalu, Himpunan Mahasiswa Teknik Industri (HMTI) Universitas Gunadarma mengadakan studi banding ke kampus Institut Teknologi Bandung (ITB). Dalam kunjungan ini, HMTI mengikutsertakan 56 anggotanya serta satu orang dosen pembimbing. Tujuan diadakannya studi banding ini adalah untuk saling bertukar ilmu seputar sains dan teknologi khususnya dalam bidang Teknik Industri.
Dimulai pada pukul 08.00, peserta sudah berkumpul di depan kampus H untuk persiapan keberangkatan ke Bandung. Dengan diawali breafing selama 15 menit, peserta berangkat pada pukul 08.15 WIB menggunakan 1 bus. Waktu yang ditempuh untuk tiba di kampus ITB ialah 4,5 jam sehingga peserta tiba pada pukul 12.45 WIB. Selanjutnya peserta dipersilahkan untuk terlebih dahulu istirahat solat dan makan (ISOMA) di Sabuga (Sasana Budaya Ganesha) hingga pukul 13.30 WIB.
Setelah semuanya selesai, maka peserta langsung memasuki kampus ITB menuju gedung Teknik Industri. Disini, peserta yang seluruhnya merupakan anggota HMTI langsung disambut hangat oleh Mahasiswa Teknik Industri (MTI) ITB serta seorang dosen Teknik Industri ITB yaitu Iftikar Sutalaksana. Keterkaitan emosional Mahasiswa Teknik Industri Gunadarma terhadap Iftikar Sutalaksana terbilang kuat, hal ini dikarenakan buku yang ditulis olehnya yaitu Teknik Perancangan Sistem Kerja, sangat berpengaruh dan menjadi acuan dalam sesi perkuliahan dan praktikum yang dilaksanakan oleh mahasiswa Teknik Industri Gunadarma.
 
Keseruan diskusi ini berakhir pada pukul 16.30 dan ditutup dengan pemberian cinderamata. Masing-masing organisasi diwakili oleh Ketua Himpunannya. Pihak HMTI Gunadarma sendiri memberikan cinderamata berupa plakat dengan logo HMTI Universitas Gunadarma , sementara pihak MTI ITB memberikan boneka berbentuk Ganesha yang merupakan ikon dari kampus ITB.
Selepas acara diskusi, peserta diperkenankan untuk istirahat dan solat ashar hingga pukul 17.00 . Selanjutnya peserta dari HMTI Gunadarma diajak berkeliling kampus ITB dengan dipandu oleh Pihak MTI ITBnya sendiri. Tak lupa, peserta juga mendokumentasikan acara ini pada beberapa spot yang berada di kampus ITB. Selepas semua acara selesai, maka berakhir juga rangkaian studi banding ini. Peserta kemudian meninggalkan kampus ITB pada pukul 18.00 dan tiba di Depok, lebih tepatnya kampus H pada pukul 21.30 WIB.
Dosen Teknik Industri ITB, Iftikar Sutalaksana dalam memberikan sambutannya. Jawa Pos/Ferry Sandi

Dalam sambutan ini, Iftikar mengaku sangat membuka lebar bagi siapapun yang ingin berdiskusi serta bertukar pikiran dalam keilmuan Teknik Industri, termasuk diantaranya HMTI Gunadarma. “Saya sangat menyambut kedatangan kawan-kawan Gunadarma disini, Bagus sekali untuk diskusi serta sangat bermanfaat bagi kedua belah pihak. Semoga ini bisa menjadi awal dari tradisi kumpul para mahasiswa dari berbagai kampus” Ucapnya
Sambutan selanjutnya dilanjutkan oleh ketua MTI ITB yaitu Muchammad Arya Zamal “Kami berharap dengan kunjungan ini, ada yang bisa dikolaborasikan antara kedua belah pihak. Meskipun Teknik Industri Gunadarma terbilang lebih baru dibanding Teknik Industri ITB, namun kami juga tidak bisa berpegang terhadap ilmu yang sudah ada, hal ini karena tentunya Gunadarma juga memiliki sisi keilmuan yang berbeda, sehingga dari perbedaan ini bisa diinovasikan untuk menghasilkan kolaborasi yang lebih baik” Ujarnya
Tak ketinggalan, selanjutnya dari pihak Gunadarma yaitu Ketua HMTI, Feby Dwika Ramadhan yang memberi sambutan. Dalam kesempatan ini, Feby tidak ragu untuk memuji Teknik Industri ITB yang dinilainya sebagai pelopor Teknik Industri di Indonesia. “Kami harus belajar banyak dari Teknik Industri ITB. Karena dari sini, Teknik Industri terus berkembang di Indonesia” Ujarnya. Meski begitu Feby juga tidak menutup kemungkinan agar keduanya bisa saling-saling belajar. “Meskipun yang datang adalah kami dari HMTI, namun saya harap kita bisa sama-sama saling belajar dan berbagi”
Selanjutnya sambutan dilanjutkan oleh Adi Rochmat, dosen pendamping dari yang mendampingi peserta dari Gunadarma. Adi mengaku dengan senang hati untuk mendampingi peserta studi banding yang bertandang ke ITB “Saya senang ketika mendapat tugas mendampingi peserta HMTI untuk belajar disini, semoga banyak yang bisa digali dari studi banding dan diskusi ini” Ujarnya
Acara selanjutnya dilanjutkan dengan presentasi oleh asisten laboratorium dari masing-masing laboratorium yang dimiliki Teknik Industri ITB yang berjumlah 6 LAB. Keenam lab tersebut adalah LAB Perancangan dan Operasi Sistem Indusri (LPOSI), LAB Sistem Produksi (LSP), LAB Perancangan Teknik Industri (LPMRI), LAB Inovasi dan Pengembangan Organisasi (LIPSP), LAB Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi (LRSKE) dan LAB Sistem Informasi dan Keputusan (LSIK)
Suasana Diskusi antara HMTI UG dan MTI ITB. Jawa Pos/Ferry Sandi
Meskipun tema yang dibahas lebih mengarah ke akademik yaitu seputar LAB, kehidupan kampus atau dalam ruang lingkup keilmuan Teknik Industri, namun tidak sedikit juga pembahasan cenderung mengarah ke seputar keorganisasian. Hal ini wajar mengingat keduanya merupakan organisasi Himpunan dari jurusan Teknik Industri masing-masing kampus. Pembahasan yang dibahas saat itu diantaranya ialah soal olahraga dan budaya, Sosial Masyarakat serta berbagai program kerja lainnya.
Dari semua pembahasan diatas, bisa dikatakan yang paling seru dibahas saat itu ialah seputar Sosial Masyarakat (Sosmas). Dalam kesempatan ini, pihak MTI ITB sendiri ternyata mengakui banyak menemui ganjalan dalam hal pelaksanaan sosial masyarakatnya. Tak jarang juga pihak HMTI Gunadarma memberi saran serta masukkan yang dinilai berarti oleh MTI ITB sehingga saling sharing nampak jelas dari diskusi ini.
 
Pemberian Plakat dari masing masing Ketua Himpunan. Jawa Pos/Ferry Sandi

HMTI UG dan MTI ITB Berfoto bersama di Kampus ITB. Jawa Pos/Ferry Sandi
Terkait kesuksesan acara ini, Ketua Pelaksana Studi Banding yaitu Dicky Nuzul mengatakan ini merupakan buah hasil dari persiapan yang sudah jauh-jauh hari dipersiapkan. “November 2015 lalu, kita juga survey terlebih dahulu ke ITB mengenai kemungkinan studi banding ini. Setelah semuanya memungkinkan, maka kami langsung mengirimkan proposal ke kampus di bulan yang sama. Dan ketika disetujui maka kami tinggal periapkan teknisnya” Sebut Dicky
Lebih jauh Dicky juga mengungkapkan kalau ini merupakan langkah awal untuk membuat kerja sama ini terus berlanjut. “Ke depan, kita akan intens untuk bekerja sama dengan pihak ITB dalam pengembangan keilmuan akademik maupun keorganisasian. Misal mereka punya Industrial Engineering Competition (IE COM), ajang kompetisi keilmuan Teknik Industri yang bahkan sudah berskala Internasional. Hal ini yang bisa kita terapkan di Industrial Fair (Event tahunan HMTI) kelak. Sehingga tentunya kita akan terus melanjutkan kerja sama” Ujar Dicky
Menanggapi hal ini, Iftikar Sutalaksana yang ditemui UG News di sela-sela acara mengatakan tidak menutup kemungkinan akan mendorong mahasiswanya untuk melakukan kunjungan balasan ke Universitas Gunadarma untuk beberapa waktu ke depan, termasuk diantaranya untuk memenuhi undangan menjadi pembicara seminar ataupun workshop yang dilayangkan padanya “Saya juga ingin ada kunjungan balasan MTI ITB ke Gunadarma untuk ke depannya agar bisa terus menjalin komunikasi serta kerja sama. Mengenai undangan untuk menjadi pembicara, saya harap bisa terwujud. Ya tinggal diatur saja jadwalnya” Ujar Iftikar kepada UG News dalam sela-sela sesi wawancara

Kesimpulan dari kunjungan pengurus HMTI ke MTI ITB
HMTI-UG dan MTI ITB

Kedua Organisasi diketuai oleh ketua himpunan yang membedakan adalah HMTI-UG kahim beserta wakahim dibantu oleh kepala bidang 1 dan 2 dibawahnya, sedangkan Keluarga MTI ITB hanya ada kahim namun tidak ada wakahim, kahim dibantu dibawahnya oleh senator dan sekjen. Kahim dipilih secara demokrasi melalui pemilu. Struktur organisasi  Keluarga MTI ITB menggunakan sistem departemen sedangkan HMTI-UG menggunakan sistem divisi. Setiap himpunan di ITB diawali dengan kata keluarga, begitupula Keluarga MTI ITB. Kepanjangan dari MTI sendiri yaitu Mahasiswa Teknik Industri. Keluarga MTI ITB memiliki acara berskala international IE COM (Industrial Engineering Competition yang diselenggarakan setiap 2 tahun sekali. Selaras dengan Keluarga MTI ITB. HMTI-UG juga memiliki acara tahunan yang bernama Industrial Fair yang tahun ini akan bernama GIEF{Gunadarama Industrial Engineering Fair}.
 
Pengurus HMTI-UG saat mengelilingi gedung teknik industri ITB
Laboratorium Teknik Industri Universitas Gunadarma dan ITB

Pada dasar nya sistem praktikum Teknik Industri Universitas Gunadarma dan ITB sama yaitu terintegrasi, Teknik Industri UG memiliki laboratorium terintegrasi yang dinamakan Laboratorium Teknik Industri, sedangkan teknik industri ITB memiliki 6 Laboratorium yaitu : LAB Perancangan dan Operasi Sistem Indusri (LPOSI), LAB Sistem Produksi (LSP), LAB Perancangan Teknik Industri (LPMRI), LAB Inovasi dan Pengembangan Organisasi (LIPSP), LAB Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi (LRSKE) dan LAB Sistem Informasi dan Keputusan (LSIK). Setiap aslab dimasing masing lab memiliki seragam masing-masing. Praktikum teknik industri itb bernama Praktikum Perancangan Sistem Terintegrasi 1 sampai dengan Praktikum Perancangan Sistem Terintegrasi 4 yang dimulai dari semester 4 sampai dengan semester 7. Adapun di Teknik Industri UG bernama Praktikum PTI (Perancangan Teknik Industri) mulai dari Praktikum Teknik Industri 1 sampai dengan  Praktikum Teknik Industri 4 yang juga dimulai dari semester 4. Sampai dengan semester 7. Namun beberapa mata kuliah di teknik industri ITB juga terdapat praktikumnya namun bobot nya hanya praktikum penunjang seperti elektronika industri dsb. Beberapa seragam aslab dari tiap labnya seperti pada gambar berikut: 
LAB Perancangan dan Operasi Sistem Indusri (LPOSI)  
LAB Sistem Informasi dan Keputusan (LSIK).
LAB Inovasi dan Pengembangan Organisasi (LIPSP)
LAB Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi (LRSKE)

LAB Perancangan Teknik Industri (LPMRI)

LAB Sistem Produksi (LSP)
Perkuliahan Teknik Industri Universitas Gunadarma dan ITB
Perkuliahan di Universitas Gunadarma umum nya berlangsung senin-sabtu sedangkan di ITB senin-jumat. Teknik Industri ITB memiliki Gedung yang berlokasi di bagian belakang kampus ITB cukup dekat dengan SABUGA, Perkuliahan Teknik Industri sendiri berlangsung hanya pada gedung Teknik Industri. Laboratorium, kelas, dan ruang dosen teknik industri berada  dalam gedung yang sama. Mahasiswa teknik industri ITB sendiri biasa mengerjakan tugas atau berkumpul di sekretariat Keluarga MTI ITB yang bersebelahan dengan gedung teknik industrinya. Sedangkan teknik industri Gunadarma memiliki sistem perkuliahan moving class. Mahasiswa teknik industri gunadarma sendiri sering berkumpul diarea internet lounge kampus. Bagaimana referensi buku di teknik industri ITB ??. Mahasiswa teknik industri ITB diwajibkan memiliki referensi buku international untuk penulisan skripsinya.
Pengurus berada didepan gedung teknik industri ITB
Untuk informasi lebih lanjut teman-teman bisa download file dibawah ini dan juga dapat bertanya langsung kepada pengurus HMTI-UG! Terimakasih.....

Keluarga Mahasiswa Teknik Industri ITB :

LAB Perancangan dan Operasi Sistem Indusri (LPOSI) :

LAB Sistem Produksi (LSP) :

LAB Perancangan Teknik Industri (LPMRI) :

LAB Inovasi dan Pengembangan Organisasi (LIPSP) :

LAB Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi (LRSKE) :

LAB Sistem Informasi dan Keputusan (LSIK) :

 



   

I-NEWS bekerjasama dengan UG-News Kunjungan dalam rangka kerjasama HMTI-UG dan Keluarga MTI ITB Tepat pada sabtu, 23 Januari 2016 l...