1.1      Langkah-Langkah dalam Penyediaan SDM
Menurut garis besarnya, langkah-langkah penyediaan SDM terdiri dari 4, yaitu rekrutmen, seleksi, pelatihan dan penilaian hasil kerja.
a.   Rekrutmen adalah suatu kegiatan untuk mencari sebanyak-banyaknya calon tenaga kerja yang sesuai dengan lowongan yang tersedia. Sumber-sumber dimana terdapatnya calon karyawan tersebut dapat diperoleh melalui macam-macam sumber, misalnya lembaga pendidikan, Departemen Tenaga Kerja, biro-biro konsultan, iklan di media massa dan tenaga kerja dari dalam organisasi sendiri (Umar, 2005).
b.    Proses seleksi pada dasarnya merupakan usaha yang sistematis yang dilakukan guna lebih menjain bahwa mereka yang diterima adalah yang dianggap paling tepat, baik dengan kriteria yang telah ditetapkan atupun jumlah yang dibutuhkan. Usaha-usaha yang sistematis dalam proses seleksi misalnya dengan dilakukannya seleksi dokumen, psikotes, tes intelegensi, tes kepribadian, tes bakat dan kemampuan, tes kesehatan dan wawancara (Umar, 2005).
c. Pelatihan atau training dalam arti luas mempunyai tujuan untuk membantu pekerja dalam mempelajari dan mendapatkan kecakapan-kecakapan baru, mempertahankan dan meningkatkan kecakapan-kecakapan yang sudah dikuasai, mendorong pekera agar mau belajar dan berkembang, mempraktekkan di tempat kerja berupa hal-hal yang telah dipelajari dan diperoleh dalam training, mengembangkan pribadi pekerja, mengembangkan efektivitas lembaga, member motivasi kepada pekerja untuk terus belajar dan berkembang (Hardjana, 2001).
d.   Penilaian kinerja biasanya terdiri dari 3 dimensi, yaitu trait (input), behavior(proses) dan hasil kerja (output). Ketiganya ini merupakan hal yang saling berkaitan dimana asumsinya bahwa individu yang memiliki waktak baik (trait) akan melakukan proses dengan benar (perilaku), sehingga mampu menghasilkan output yang bermutu (hasil kerja). Dalam perkembangannya, unsur-unsur trait juga bisa ditambahkan sebagai bagian dari penilaian terhadap input, misalnya motif, sistem nilai, konsep diri dan pengetahuan. Dengan demikian pengukuran terhadap input biasanya dilakukan terhadap hal-hal seperti motivasi kerja, kreativitas, kejujuran, keramahan, kesopanan, ketelitian dan kedisplinan. Hasil dari proses penilaian kinerja adalah peringkat, misalnya peringkat outstanding (luar biasa), very good (sangat baik), good (baik), reasonable (cukup) dan unsatisfactory ( tidak memuaskan). Peringkat kinerja biasanya digunakan untuk keperluan pengambilan keputusan terkait dengan remunerasi dan promsi. Individu dengan peringkat yang tinggi akan mendapat reward yang lebih besar dibandingkan dengan yang mendapatkan peringkat lebih rendah. Kesempatan promoso juga lebih cenderung diberikan kepada individu dengan peringkat kinerja tertinggi (Purnawanto, 2010).

1.2        Teknik Pengembangan Keterampilan
Pendidikan keterampilan merupakan salah satu bekal yang perlu diberikan kepada anak didik sehingga menjadi sosok-sosok yang berkemampuan tinggi. Dengan keterampilan inilah, peserta didik dipersiapkan dengan sebuah atau beberapa kemampuan yang dapat diterapkan langsung dalam kehidupan di masyarakat. Macam-macam pelatihan keterampilan kewirausahaan tersebut antara lain (Saroni, 2012):
1.      Keterampilan berupa kerajinan
2.      Keterampilan berupa pemberian jasa, seperti: perbengkelan, perbankan, asuransi, pergudangan, periklanan
3.      Keterampilan berupa agrarian, seperti: pertanian, perkebunan, pertenakan, perikanan
4.      Keterampilan perdagangan, seperti: perdagangan kecil, perdagangan besar
5.      Keterampilan industri makanan
6.      Keterampilan bidang kebutuhan rumah tangga
7.      Keterampilan pembuatan obat-obatan ringan
Teknik pengembangan keterampilan dalam program pelatihan dapat dibedakan menjadi dua bagian. Berikut ini merupakan teknik pengembangan material dalam program pelatihan:
1.      Teknik dalam jabatan untuk mengembangakan keterampilan (on th job techniques for develoving skill).
2.      Teknik ruang kelas untuk mengembangkan keterampilan (classroom techniques for develoving skill) termasuk berbagai tipe permainan manajemen (management games) dan aktivitas prmainan peranan (role playing activities). Format paling umum bagi permainan manajemen mmbutuhkan sekelompok kecil siswa latihan untuk membuat dan kemudian mengevaluasi berbagai keputusan manajemen.

1.3.      Motivasi dan Bentuk-Bentuk Komunikasi
Motiviasi adalah serangkaian kekuatan yang menyebabkan orang berperilaku dalam cara tertentu. Motivasi bagi sumber daya manusia merupakan faktor penting bagi kemajuan perusahaan. Karyawan dengan motivasi tinggi akan menghasilkan kinerja terbaik dan produktif, begitu pun sebaliknya. Teori-teori yang mempelajari motivasi seseorang meliputi teori klasik, teori perilaku dan teori kontemporer (Soegoto, 2009).
Menurut Buchori (2004), motivasi dapat dipandang sebagai bagian integral dari administrasi kepegawaian dalam rangka proses pembinaan, pengembangan dan pengarahan tenaga kerja dalam suatu organisasi. Motivasi sebagai suatu usaha positif dalam menggerakkan, mengerahkan dan mengarahkan daya dan potensi tenaga kerja agar secara produktif berhasil mencapai dan mewujudkan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya dan sebagai perangsang untuk dapat menggerakkan, mengerahkan dan mengarahkan potensi serta daya kerja manusia tersebut kearah yang diinginkan.
Aliran informasi di suatu organisasi dibagi menjadi dua dimensi, yaitu komunikasi secara internal dan eksternal. Komunikasi internal adalah proses penyampaian pesan-pesan yang berlangsung antar anggota organisasi, dapat berlangsung antara pimpinan dengan bawahan, pimpinan dengan pimpinan, maupun bawahan dengan bawahan. Komunikasi merupakan bagian yang penting dalam kehidupan kerja suatu organisasi. Hal ini dapat dipahami sebab komunikasi yang tidak baik mempunyai dampak yang luas terhadap kehidupan organisasi, misalnya konflik antar pegawai. Sebaliknya, komunikasi yang baik dapat meningkatkan saling pengertian, kerjasama dan kepuasan kerja.

KESIMPULAN

Secara garis besar, langkah-langkah penyediaan SDM terdiri dari 4, yaitu rekrutmen, seleksi, pelatihan dan penilaian hasil kerja. keterampilan merupakan salah satu bekal yang perlu diberikan kepada anak didik sehingga menjadi sosok-sosok yang berkemampuan tinggi. Dengan keterampilan inilah, peserta didik dipersiapkan dengan sebuah atau beberapa kemampuan yang dapat diterapkan langsung dalam kehidupan di masyarakat. Motiviasi adalah serangkaian kekuatan yang menyebabkan orang berperilaku dalam cara tertentu. Motivasi bagi sumber daya manusia merupakan faktor penting bagi kemajuan perusahaan. Aliran informasi di suatu organisasi dibagi menjadi dua dimensi, yaitu komunikasi secara internal dan eksternal.

DAFTAR PUSTAKA

Hardjana, Agus M. 2001. Training SDM yang Efektif. Yogyakarta : Penerbit Kanisius.
Hariandja, Marihot Tua Efendi. 2002. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta : Grasindo.
Purnawanto, Budy. 2010. Manajemen SDM Berbasis Proses.  Jakarta : Grasindo.
Saroni, Muhamad. 2012. Mendidik Dan Melatih Entrepreneur Muda. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media
Umar, Husein. 2005. Riset Sumber Daya Manusia dalam Organisasi. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama.





1.1      Langkah-Langkah dalam Penyediaan SDM Menurut garis besarnya, langkah-langkah penyediaan SDM terdiri dari 4, yaitu rekrutmen, sel...

Waralaba (Franchise) 
Waralaba/Franchising adalah Pelimpahan dari pabrikan atau distributor suatu produk atau jasa yang diberikan kepada agen-agen lokal atau pengecer dengan membayar sejumlah royalti (Hisrich-Peters, 1995:513)
Waralaba/Franchising adalah peluang bisnis dimana pemilik, produsen atau distributor sebagai franchisor dari barang dan jasa atau merek tertentu memberi hak kepada individu atau franchisee untuk menjadi agen lokal dari barang dan jasa dan sebagai imbalanya menerima pembayaran atau royalti yang telah ditetapkan (Baygrave, 1994:353)
Keuntungan yang paling utama dari franchise adalah bahwa wiraswastawan tidak perlu pusing dengan hal yang berkaitan dengan memulai usaha baru. Pemberifranchise akan memberikan rencana operasi bisnis dengan arah yang jelas. Penerima franchise diberikan nasihat atau sebuah lokasi usaha yang telah ditetapkan, seperti penilaian keadaan lalu lintas, demografi, pertumbuhan bisnis di suatu daerah, persaingan, dan lain-lain merupakan bagian integral dari keputusan di mana akan menempatkan usaha. Contoh waralaba yang paling terkenal adalah Kentucky Fried Chicken, Burger King, McDonald’s.

 Keunggulan Bisnis Waralaba
1.      Merek Dagang yang Sudah Dikenal Luas
Bisnis waralaba sangat populer dan terkenal luas di kalangan orang karena keberadaannya dalam skala nasional/internasional. Oleh karena itu, mereka telah menciptakan sebuah brand image sendiri bahwa Anda memiliki kesempatan untuk menikmati dengan membuka waralaba bagi mereka. Anda sudah akan memiliki basis pelanggan dari daerah sekitar lokasi usaha waralaba Anda karena konsumen sudah akrab dengan nama merek.
2.      Biaya Pemasaran Rendah
Karena manfaat yang disebutkan di atas, biaya pemasaran akan rendah dalam berbisnis waralaba sudah termasuk berinvestasi dalam operasi pemasaran untuk mempromosikan citra merek dan meraih pangsa pasar yang lebih besar.
3.      Model Bisnis Yang Sudah Teruji
Sebuah bisnis waralaba menghilangkan ketidakpastian keberhasilan bisnis. Anda tidak perlu khawatir tentang respon calon pelanggan untuk bisnis Anda karena telah dibentuk pada model bisnis yang sudah mapan teruji dan terbukti keberhasilannya. Anda bisa sangat baik memfokuskan perhatian Anda untuk mengelola bisnis Anda saja.
4.      Pelatihan Tenaga Kerja
Semua pemegang waralaba menyediakan program pelatihan untuk melatih karyawan Anda untuk menangani mesin canggih dan peralatan. Mereka juga mengajarkan keterampilan perdagangan khusus dan teknik untuk bisnis. Anda akan menghemat banyak biaya untuk pelatihan karyawan karena mereka ditanggung oleh perusahaan.
5.      Dukungan Teknis
Perusahaan pemegan waralaba membantu mengatur lingkungan teknologi yang tepat untuk bisnis Anda dengan menyediakan akses mudah untuk membeli alat-alat dan mesin. Mereka juga menyediakan persediaan dengan biaya rendah dengan memanfaatkan daya tawar mereka dan hubungan bisnis dengan pemasok.
6.      Tidak ada Investasi pada Penelitian dan Pengembangan
Waralaba mengurus penelitian dan pengembangan untuk bisnis juga. Mereka memberikan pelatihan dan peralatan untuk menyerap inovasi baru dan penemuan dalam bisnis. Anda tidak harus mengeluarkan langsung keuangan Anda untuk penelitian dan pengembangan, seperti yang diamati dalam bisnis lain.

Kerugian Membeli Bisnis Waralaba
1.      Investasi Modal
Pemilik perusahaan waralaba memiliki tuntutan yang tinggi untuk investasi modal awal untuk mendirikan bisnis dan memberikan jaminan. Oleh karena itu, mungkin tidak layak untuk seseorang dengan dukungan keuangan yang kurang memadai. Bersiaplah berinvestasi minimal setidaknya USD 250.000 atau bahkan lebih tergantung dari merek dagang untuk biaya awal. Sewa properti juga harus Anda pertimbangkan di atasnya.
2.      Pengekangan Durasi Kontrak
Untuk membeli franchise, Anda harus masuk ke dalam kontrak dengan waralaba yang secara hukum mengikat Anda untuk menjalankan bisnis selama periode rata-rata 10 tahun. Hal ini dapat mencegah Anda dari membuka bisnis Anda lainnya selama rentang waktu yang ditetapkan.
3.      Tidak ada Fleksibilitas
Jika Anda seorang pengusaha yang berharap untuk menggunakan inovasi bisnis kreatif, bisnis waralaba mungkin bukan sesuatu yang cocok untuk Anda. Hal ini karena semua pemegang waralaba menetapkan kode ketat norma dan pedoman pengelolaan bisnis untuk mempromosikan standardisasi. Mereka tidak mendorong adanya kreativitas yang mengubah lingkungan bisnis waralaba Anda sendiri.
4.      Membayar Royalti
Sebuah nama merek besar memiliki harga. Untuk membeli merek dagang perusahaan terkenal dan mencari manfaat dari dukungan pemasaran teknisnya, Anda diwajibkan membayar royalti tahunan. Ini mungkin setinggi 3 sampai 6% dari penjualan kotor Anda, memotong besar keuntungan bersih Anda.
5.      Keterbukaan Penuh
Anda harus memberikan akses 100% untuk waralaba Anda dengan laporan keuangan dari bisnis Anda. Anda sepenuhnya bertanggung jawab dan untuk setiap langkah bisnis mereka. Jika Anda harus membuat keputusan bisnis, Anda harus terlebih dahulu meminta persetujuan pemberi izin waralaba sebelum Anda bertindak berdasarkan itu.

PEMASARAN LANGSUNG (Direct marketing )
Menurut suyanto (2007: 219) Direct marketing  merupakan sistem pemasaran yangmenggunakan saluran langsung untuk mencapai konsumen danmenyerahkan barang dan jasa kepada konsumen tanpa melalui perantarapemasaran. Untuk menghasilkan tanggapan dan / atau transaksi yangdapat diukur pada suatu lokasi.
Saluran untuk menjangkau calon pelanggan dan pelanggan perorangan dapat berupa surat langsung, pemasaran katalog, telemarketing, TV interaktif, kios, situs Web, dan peralatan bergerak (mobile).
Direct marketing dalam kegiatan pemasaran memiliki tujuan untuk memeprolah respon secara langsung , selain untuk memeproleh respon lain direct marketing juga dapat digunakan untuk pembangunan brand image, menjaga kepuasan konsumen dan memberikan informasi dan edukasi konsumen untuk melakukan tindakan kedepan yang dikehendaki oleh pemasar.
Keuntungan direct marketing adalah :
a.       Pemasaran langsung dapat diatur waktunya agar bisa menjangkau prospek pada momen yang tepat.
b.      Bahan promosi pemasaran langsung bisa mencapai tingkat readership yang tinggi karena hanya ditujukan pada prospek yang betul-betul berminat.
c.       Pesaing akan lebih kesulitan “membaca” penawaran dan strategi pemasar langsung.
d.      Pemasar dapat mengukur respon atas kampanye mereka untuk menentukan mana yang paling menguntungkan.
e.       Perusahaan yang mengenal betul pelanggannya dapat melakukan kustomisasi produk, penawaran, pesan, cara pengiriman dan pembayaran untuk memaksimalkan daya bujuknya pada pelanggannya.
Namun demikian direct marketing juga memiliki beberapa kelemahan, kelemahan tersebut adalah :
a.       Image factor, artinya Direct marketing yang dilakukan dengan pengiriman surat atau telpon misalnya dapat menimbulkan citra negatif. Ketika seorang pemasar menelpon bolak balik calon konsumen maka calon konsumen merasa terganngu, sehingg perlu kecerdikan khusus dalam melaksankan direct marketing.
b.      Ketepatan, terkadang ketepatan informasi, ketepatan pelayanan dan pengiriman menjadi masalah bagi konsumen terhadap suatu produk/jasa.
c.       Content Support, dalam melakukan Direct Marketing diperlukan fasilitas dan sarana yang cukup memadai misalnya fasilitas telepon on-line, SDM yang handal dan menguasai informasi suatu produk/jasa dimana perusahaan mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk menyediakan fasilitas tersebut.
Contoh: Land’s End berhasil sebagai  produsen pakaian di internet, terutama karena menampilkan model 3D virtual yang memungkinkan pelanggan “mencoba” pakaian sebelum memesan.

Multi Level Marketing (MLM)
Multi Level Marketing adalah sistem pemasaran langsung dengan banyak tingkatan. Pemilik perusahaan, distributor, upline dan downline perusahaan ini merupakan kesatuan yang utuh dan bekerja sama dengan tujuan menguntungkan masing-masing pihak terkait. Sistem pemasaran multi level marketing melibatkan personal atau kelompok pada masing-masing tingkatan.
Multi level Marketing (MLM) atau System Networking adalah penjualan secara bertingkat dari distributor mandiri yang memiliki peluang untuk mendapatkan penghasilan dalam dua cara, yaitu penjualan produk langsung ke konsumen dan distributor bisa menerima potongan harga atas dasar jumlah produk/jasa yang dibeli oleh anggota kelompok bisnis untuk penjualan atau pemakaian, termasuk jumlah penjualan pribadi.
MLM adalah kegiatan mendistribusikan, menjual atau menyuplai produk atau jasa melalui individu yang ditunjuk sebagai agen atau distributor. Agen ini dibayar dalam bentuk komisi, diskon, bonus dan reward lainnya, berdasarkan jumlah penjualan dan kemampuannya merekrut agen. Perekrut disebut upline, sedangkanyang direkrut disebut downline. Dalam sistem MLM, upline juga mendapatkanreward dari besarnya penjualan downline yang berada di bawahnya langsung dan penjualan downline tidak langsung (yang levelnya berada dua tingkat atau lebih di bawahnya). Contoh pemasar yang sukses dalam bidang MLM antara lain Sophie Martin, Forever Young,  Tianshi, PT Multilevelindo Internusa, PT Aloe Vera Forever Living Product dan lain sebagainya.

Kelebihan Bisnis MLM
1.      Proses Mudah dan Cepat
Jika Anda ingin bergabung ke dalam bisnis MLM ini, Anda tidak perlu membuang-buang banyak waktu. Anda tinggal membayar biaya pendaftaran (keanggotaan) yang nominalnya sudah ditentukan. Biaya itu juga berlaku seumur hidup, sehingga Anda hanya perlu bayar sekali saja. Selain itu, Anda juga diwajibkan untuk belanja produk tertentu yang sudah ditetapkan juga. Namun, ada berberapa MLM yang hanya mewajibkan anggotanya membayar biaya keanggotaan tanpa membeli produk.
2.      Produk Unik dan Langka
Jika Anda mengamati brosur produk yang ditawarkan MLM tertentu, sebagian besar produk itu tidak bisa ditemukan di tempat lain. Produk yang dijual memang benar-benar unik dan menarik. Sebagian besar produk MLM adalah obat herbal atau produk lain yang menunjang kesehatan.
3.      Mudah Menjalankan Bisnis
Sekali Anda bergabung dalam bisnis ini, Anda hanya tinggal mencari downline baru dengan melakukan presentasi. Setiap presentasi hanya butuh waktu sekian jam. Kegiatan ini tentunya tidak akan membuang waktu Anda sehingga bisnis MLM memang bisa dijalankan sebagai bisnis sampingan. Tugas utama Anda hanya mencari downline.
4.      Anggota MLM Biasanya Bermotivasi Tinggi
Jika Anda pernah bertemu dengan pebisnis MLM, Anda mungkin menemukan perbedaan dalam cara berbicara, berpikir, dan bertingkah laku. Anggota MLM biasanya selalu antusias menawarkan sistem bisnis mereka. Bahkan, mereka bisa saja mengoceh sampai mulutnya berbusa. Mereka selalu menawarkan janji-janji dan impian yang bisa diraih selama mengikuti bisnis MLM. Bahkan, mereka selalu mengatakannya dengan penuh percaya diri. Penulis sendiri juga salut terhadap ketekunan mereka dalam menjalankan bisnis ini.

Kekurangan Bisnis MLM
1.      Produk MLM Mahal
Kebanyakan produk MLM dipatok dengan harga yang bisa menguras isi kantong Anda dengan cepat. Harga tersebut belum tentu sebanding dengan kualitas yang ditawarkan. Sebagian besar produk MLM adalah produk penunjang kesehatan. Namun, banyak orang tidak merasa kesehatannya membaik setelah mengkonsumsi produk tersebut. Inilah yang membuat kualitasnya dipertanyakan.
2.      Downline Selalu Dimanfaatkan Upline
Jika Anda masih belum mempunyai downline dalam bisnis MLM, sudah pasti Anda hanya akan menderita tanpa mendapatkan keuntungan apapun. Upline bisa mendapatkan keuntungan dari downline. Dengan kata lain, upline memanfaatkan downline. Keuntungan yang didapatkan upline berasal dari downline. Jika Anda tidak bisa mendapatkan downline (korban baru), Anda hanya akan menjadi keset.
3.      MLM= Multi Lie Marketing
MLM selalu menawarkan janji muluk dan bonus menarik kepada anggotanya jika mereka bisa mencapai level tertentu. Hadiah yang ditawarkan bisa berupa mobil, liburan ke luar negeri, atau hadiah lain yang bisa membuat kita meneteskan air liur. Namun, hadiah tersebut hanyalah omong kosong belaka. Tidak semua anggota MLM yang memenuhi kualifikasi bisa mendapatkan hadiah tersebut. Jika hadiah tersebut hanya omong kosong tanpa bukti, bisnis MLM adalah bisnis yang mengandalkan multi lie (kebohongan bertingkat). Upline harus berbohong kepada korban baru dengan iming-iming hadiah. Downline tadi juga harus berbohong kepada orang lain untuk mendapatkan anggota baru, atau dia akan selamanya menjadi keset.
4.      MLM Tidak Bertahan Lama
Rata-rata, anggota MLM hanya mampu bertahan di bisnis ini selama 1-3 tahun. Mereka memutuskan diri untuk mundur karena bisnis ini dinilai sangat merugikan anggotanya. Jika downline paling bawah mundur dari bisnis MLM, dampaknya tidak terlalu besar. Namun, ketika upline memutskan diri untuk pensiun dari bisnis MLM, semua downlinenya bisa kelimpungan.
5.      MLM Mempunyai Citra Buruk
Kebanyakan orang menganggap bisnis ini sebagai bisnis tak jelas yang isinya hanya tipu-menipu. Jika Anda bertanya kepada mantan anggota MLM, dia pasti bisa mengatakan berbagai keburukan bisnis ini yang mungkin tidak diketahui orang lain. Di Indonesia, para pebisnis MLM juga dipandang sebelah mata oleh masyarakat. Mereka dinilai hanya sebagai pemimpi dan pembual yang kerjanya hanya mengoceh tak tentu arah. Jika Anda ingin tahu mengapa citra MLM buruk di masyarakat.
6.      MLM Menguntungkan Sedikit Orang dan Merugikan Banyak Orang
Siapa yang paling dituntungkan dalam bisnis MLM? Tentu saja jawabannya adalah orang yang berada pada posisi puncak dalam piramida sistem bisnis jaringan ini. Dia bisa mengambil keuntungan dari downlinenya dengan leluasa. Sebaliknya, downline hanya akan terus diperas oleh upline. Downline hanya bisa mengubah nasibnya dengan mencari mangsa baru untuk naik ke tingkat yang lebih tinggi. Sebagian besar anggota MLM memang hanya diperas karena mereka harus membayar biaya pendaftaran yang memang cukup mahal dan belanja produk yang belum tentu ada manfaatnya.
7.      MLM Membuat Orang Miskin Tambah Miskin
Apa yang terjadi jika orang miskin nekat menjalani bisnis MLM ini? Tentunya, dia akan menderita kerugian besar karena harus membayar produk yang belum tentu ada manfaatnya. Keadaan bisa semakin parah jika dia masih terus menjadi downline paling bawah. Mendapatkan downline baru pun belum tentu bisa mengubah nasibnya. Akibatnya, kondisi keuangannya juga tidak berkembang sama sekali. Mungkin, biaya pendaftaran masih masuk akal, tetapi biaya tersebut bisa menjadi tak berguna jika tidak ada downline baru yang mau bergabung. 
8.      Anggota MLM Agresif dan Suka Memaksa

Referensi :




Waralaba ( Franchise )   Waralaba/Franchising adalah Pelimpahan dari pabrikan atau distributor suatu produk atau jasa yang diberikan kep...

Disusun Oleh :
Dicky Nuzul Alamsyah
Fajar Mukhlasin
M. Rizky Aldi Pamungkas
Bambang Imam .S

1.             Jas Hujan
Perkembangan sektor teknik dan kimia di akhir abad ke-20 dua puluh telah menghasilkan sejumlah besar kain dan pelapis untuk berbagai keperluan dengan benang mikro yang bersahabat dengan udara tapi tetap tahan terhadap air. Hingga akhirnya kini, kain itu bisa dimodifikasi sebagai jas hujan yang mampu melindungi tubuh si pemakai dari terpaan angin, air, dan debu di jalanan. Jas hujan mempunyai prospek yang sangat menguntungkan dimas yang akan datang seiring dengan cuaca yang kian tidak menentu jas hujan menjadi solusi bagi orang yang sering beraktivitas diluar. Jas hujan terus dimodifikasi agar dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
2.             Masker
Menggunakan masker (face mask) terbukti merupakan cara yang murah, mudah dan efektif untuk mengurangi paparan polusi udara terhadap kesehatan Anda, dan untuk mencegah penyebaran penyakit menular seperti influenza, tuberkolosis dan sebagainya. Menurut penelitian di Beijing, Cina dan India (yang notabene tingkat polusi menyerupai kondisi polusi di Jakarta), pemakaian face mask mengurangi gejala-gejala penyakit jantung, menurunkan tekanan darah, dan meningkatkan denyut nadi. Selain itu, fungsi paru-paru mereka yang menggunakan face mask lebih baik bila dibanding mereka yang tidak memakai masker. Polusi udara yang semakin parah di kota besar membuat masker punya prospek yang cerah dimasa yang akan datang dan banyak dibutuhkan oleh setiap kalangan.
3.             Jacket
Pada jaman saat ini jacket sudah beredar luas dan begitu banyak memiliki jenis yang berbeda beda menggunakan bahan bahan yang berbeda. Banyak sekali saat ini bahan yang digunakan untuk jacket seperti kulit, wool, kain catton dan masih banyak lainya. Saat ini jacket juga memiliki banyak jenis, bukan hanya untuk menghangatkan tubuh tetapi jacket juga menjadi salah satu fashion terbaik, Semua berbagai pilihan di sediakan untuk penggemar koleksi jacket yang saat ini memiliki aneka ragam jacket. Saat ini motif jacket pun beragam ada yang bermotif garuis garis, kotak kotak, bunga, tokoh tokoh kartun, dan masih banyak motif lainya. Trend jacket saat ini tidak lepas dari sejarah kemunculan nya jacket. Tetapi perkembangan jacket saat ini semakin cepat hingga beragam model jacket pun dapat menunjang penampilan seseorang.
4.        Sepatu Boots
Jika berbicara tentang sejarah sepatu boots pria, kita harus mundur beratus-ratus tahun ke belakang, tepatnya pada tahun 1200-an. Pada masa tersebut, bangsa Mongolia yang terletak di daerah Utara khatulistiwa sudah mulai membuat sebuah alas kaki yang terbuat dari kulit yak, yaitu sejenis sapi yang hidup di daerah Mongolia. Mereka membuat alas kaki yang bentuknya mirip dengan boots dizaman sekarang. Sepatu boots pria biasanya terbuat dari kulit ataupun karet, namun juga ada yang terbuat dari bahan. Sepatu ini umumnya dikenakan untuk melindungi kaki dari air, cuaca ekstrim, lumpur, maupun bahaya zat kimia. Kini, model sepatu boots pria sangat bervariasi dan banyak yang dibuat khusus untuk kegiatan tertentu, seperti hiking, naik motor, maupun untuk fashion saja. Prospek produk ini sangat menggurkan karen keinginan setiap orang mempunyai sepatu anti air yang stylish.
5.        Jasa Pengiriman Makanan
Jasa pengiriman makanan dapat mempermudah sesorang mendapatkan makanan yang diinginkan. Prospek jasa ini cukup menguntungkan karena banyaknya orang yang ingin mendapakat makanan yang diinginkan tanpa harus keluar rumah.
6.       Makaroni
Soal asal-usul makaroni ini makin menarik karena, ada pendapat dari seorang ahli bumi yang tinggal di Sisilia yang mengatakan bahwa seabad sebelum era Marco Polo, makaroni sudah dikenal oleh masyarakat Italia khususnya di Trabia. Bahkan ada juga yang mengatakan awalnya makaroni yang berbentuk unik ini justru berasal dari Arab meski dengan penyebutan yang berbeda: secca. Lalu kenapa makaroni justru dikenal sebagai salah satu jenis pasta khas Italia? Nah hal ini dikarenakan bangsa Italia-lah yang pertamakali memberikan penyebutan “macaroni”  dan membuat hak cipta serta mematenkan jenis pasta yang berbentuk pipa siku ini pada notaris. Nah ini sedikit cerita kenapa makaroni sekarang mendunia dan terkenal menjadi salah satu jenis pasta asal Italia. Prospek nya sangat menggiurkan karena peminatnya pun banyak.
7.        Pengolahan Singkong
Usaha dapat merupakan inovasi makanan khas Indonesia. Singkong termasuk bahan yang mudah diolah dan murah, peminat singkong dengan banyak varian rasa cukup digemari.
8.        Buku-buku bacaan
Untuk memberikan pelayanan kepada para pembaca buku, baik itu novel, buku perlajaran, ataupun buku agama. Prospeknya menguntunglan karena minat baca masyarakat indonesia yang terus tumbuh sehingga menjual barang ini sangat diminati oleh calon pembeli
9.        Kemeja Flanel
Kemeja flannel berfungsi untuk pakaian disetiap kalangan baik remaja ataupun dewasa. Prospeknya menggiurkan karena semakin hari gaya kaum modern semakin simple, praktis tetapi masih stylish dan kemeja flanel memiliki prospek yang cerah karena sesuai dengan hal tersebut.
10.    Kemeja Putih
Berfungsi sebagai pakaian untuk Ujian Utama. Prospeknya cerah karena Jumlah mahasiswa gunadarma yang sangat banyak dan setiap mahasiswanya membutuhkan pakaian tersebut.

Berdasarkan hal tersebut kami memilih 3 produk  dari 10 produk barang dan jasa untuk dijadikan gagasan usaha dengan menggunakan analisis SWOT produk itu adalah :

Kemeja Flannel
Faktor Internal
Faktor Eksternal
Bahan baku mudah didapatkan karena banyak pabrik yang memproduksi jenis textile ini
Teknologi yang digunakan saat mendesign adalah dengan menggunakan mesin jahit rantai
Tenaga kerja ahli design untuk mengatur ukuran yang all size ataupun yang custom

Kebijakan pemerintah sangat mendukung usaha ini, terlebih saat pemerintah mengeluarkan kebijakan bahwa disetiap daerah harus terdapat UKM-UKM yang menyebabkan taraf hidup masyarakat menjadi lebih bahagia.

Strength (Kekuatan)
Pakaian ini sedang ngehits dikalangan anak muda karena bahanya yang ringan, lembut, dan sangat nyaman digunakan outdoor, pilihan warna yang beraneka ragam sehingga pemakai bisa mengatur stylenya dengan celana ataupun topinya

Weakness (Kelemahan)
Pakaian ini memiliki harga yang lebih mahal dibandingkan tshirt, dan kainya mudah berbulu

Opportunity (Kesempatan)
Pakaian ini sedang ngehits dikalangan remaja sehingga inilah moment yang tepat untuk memasarkanya

Threath (Ancaman)
Perkembangan style masa kini cepat berubah, oleh karena itu momen terkenalnya pakaian ini harus segera diambil, terlebih saat hampir semua mahasiswa kebanyakan menggunakan pakaian ini.
Menjamurnya pemakai menjamurnya pula penjualnya. Menjual kemeja flanel ini sangan banyak kompetitornya

Sepatu Boots
Faktor Internal
Faktor Eksternal
Teknologi yang digunakan saat mendesign adalah aplikasi design.
Tenaga kerja ahli design untuk mengatur ukuran yang all size ataupun yang custom
Bahan baku yang digunakan harus di impor karena masih sulit tersedia di Indonesia
Inovasi yang sangat baik karena memadukan antar sepatu booth dengan sepatu yang dapat digunakan untuk keidupan sehari hari
Kebijakan pemerintah sangat mendukung usaha ini. Karena pemerintah sangat mendukung tumbuhnya usaha usaha baru di Indonesia.
Pemintaan akan produk ini cukup besar karena kebutuhan seseorng untuk mendapatkan produk yang multifungsi.

Strength (Kekuatan)
Sepatu ini anti air, dan dapat digunakan untuk kehidupan sehari hari. Sepatu booth ini dimodifikasi agar dapat digunakan untuk kehidupan sehari hari dan tentunya anti air, sehingga saat seseorang beraktivitas diluar ketika hujan tidak perlu lagi membawa dua sepatu untuk diganti.

Weakness (Kelemahan)
Pemaduan antara bahan yang satu dan yang lain nya cukup sulit. Harga nya pun akan cukup mahal karena sepatu ini tidak hanya anti air namun dapat digunakan untuk kehidupan sehari hari.

Opportunity (Kesempatan)
kebutuhan seseorang akan sepatu anti air yang stylish dan dapat digunakan untuk kehidupan sehari hari cukup besar.

Threath (Ancaman)
Apabila ide ini banyak diketahui tentu akan banyak pesaing yang akan membuat sepatu ini. Persaingan harga pun akan terjadi diikuti dengan kesulitan mencari pemasok bahan yang berkualitas.

Jas Hujan
Faktor Internal
Faktor Eksternal
Bahan baku karet mudah didapatkan
Teknologi yang digunakan saat mendesign adalah dengan menggunakan software pada komputer.
Tenaga kerja ahli design untuk mengatur ukuran yang all size ataupun yang custom

Kebijakan pemerintah sangat mendukung usaha ini, terlebih saat pemerintah mengeluarkan kebijakan bahwa disetiap daerah harus terdapat UKM-UKM yang menyebabkan taraf hidup masyarakat menjadi lebih bahagia.

Strength (Kekuatan)
Jas hujan ini memiliki bahan karet yang memiliki keelastisitas tinggi yang dapat digunakan untuk berbagai postur tubuh ideal. Bahan karet yang bersifat anti air, sehingga membantu penggunanya dalam beraktifitas dikala hujan.

Weakness (Kelemahan)
Jika terdapat sobekkan bahan, tidak dapat dijahit kembali.

Opportunity (Kesempatan)
kebutuhan seseorang akan jas hujan yang bersifat anti air dan dapat digunakan dalam keadaan hujan.

Threath (Ancaman)
Penjualan tidak menentu, karena hanya diperlukan dikala kondisi cuaca hujan.


Disusun Oleh : Dicky Nuzul Alamsyah Fajar Mukhlasin M. Rizky Aldi Pamungkas Bambang Imam .S 1.              Jas Hujan Perkemba...

                        Arti Penting Orientasi Pemasaran
Bisnis kecil terkadang mengalami kegagalan, penyebab gagalnya bisnis kecil adalah kurangnya penjualan dan kurangnya daya saing, kedua hal tersebut mencerminkan kenaifan para pendiri perusahaan di dalam mengabaikan pentingnya orientasi pasar. Dalam menghadapi masalah tersebut wirausahawan harus berorientasi konsumen artinya terlalu sering seorang wirausahawan menyakini gagasan atau produk jasa baru tanpa memikirkan tentang identifikasi konsumen dan kebutuhan konsumen serta keinginan untuk membeli. Dengan melihat kepasaran bisa menghasilkan sesuatu yang lebih menguntungkan. Disini orientasi wirausahawan adalah konsumen. Desain produk berasal dari apa yang diinginkan oleh pembeli potensial yang mau membayar. Sekali para wirausahawan yakin akan spesifikasi yang ingin dipenuhi, mereka akan menilai sumber daya yang ada untuk melihat apakah ketrampilan teknis, peralatan, dan kemampuan finansial tersedia untuk menghasilkan produk yang menguntungkan.

Terdapat langkah-langkah untuk dapat merumuskan tujuan bauran produk. Berikut ini 5 langkah untuk merumuskan tujuan bauran produk – pasar :

  1.           Pemeriksaan kecenderungan penting dalam lingkungan bisnis dari daerah produk – pasar
  2.       Pemeriksaan kecenderungan pertumbuhan dan kecenderungan keuntungan
  3.           Pemisahan bidang produk – pasar yang akan menarik ke depan maupun daerah yang akan tertarik
  4.       Pertimbangan mengenai kebutuhan atau diperlukannya tambahan produk atau daerah pasaran baru pada bauran
  5.           Derivasi profil bauran produk – pasar optimum namun realistis didasarkan pada kesimpulan yang dicapai pada langkah 1 sampai 4
                    Penyebab Kegagalan Dalam Memilih Peluang Bisnis Baru

Pada kenyataanya hampir semua bisnis baru dimulai dengan kondisi yang sangat tidak ideal. Mulai dari tim yang belum solid, pengalaman yang belum ada, begitu juga dengan pelanggan. Semakin lama pemasukan bisa dihasilkan oleh sebuah bisnis baru, maka semakin hebat dan berkepanjangan frustasi yang akan dialami oleh pemiliknya.  Kondisi inilah yang akhirnya akan membuat mereka dengan segera menyerah untuk menghentikan semua usaha mereka. Dan kembali lagi bekerja kepada orang lain. Kita akan lebih berpeluang berhasil dalam memulai sebuah bisnis baru, jika kita tahu hal-hal apa saja yang bisa membuatnya gagal dan bagaimana cara untuk menghindarinya. Sebab kalau tidak, maka bisnis kita serasa kehilangan arah di tengah hutan tanpa ada solusi sama sekali untuk bisa keluar dari gelapnya rimba belantara.
Ada 3 hal utama yang membuat sebuah bisnis baru bisa berhasil tumbuh atau tidak, berikut ini merupakan 3 hal utama tersebut:
  1. Minimnya angka penjualan mereka
  2. Beban pengeluaran yang terlalu berat
  3. dan mental yang kurang kuat dari pemiliknya dalam menghadapi semua tekanan tersebut.
Kombinasi dari ketiga hal inilah yang mengakibatkan frustasi berkepanjangan yang akhirnya membuat seorang pebisnis memutuskan untuk menghentikan usahanya. Berdasarkan hal tersebut kita dapat membagi faktor-faktor penyebab kegagalan sebuah bisnis baru seperti di bawah ini.
Faktor 1: Lemahnya Mental Skill
Frustasi adalah penyumbang terbesar bagi kegagalan sebuah bisnis yang baru berdiri. Kerasnya tekanan dan datangnya masalah yang bertubi-tubi, sering membuat pemilik usaha kehilangan fokusnya. Ketidak-mampuan mereka dalam mengendalikan frustasi yang mereka alami, pada akhirnya memaksa mereka untuk menyerah lebih cepat dari perkiraan semua orang. Dan kemampuan untuk mengendalikan serta memotivasi diri mereka sendiri. Akan sangat membantu mereka untuk menghadapi masalah terbesar dan paling bertanggung jawab terhadap kegagalan sebuah bisnis baru ini.
Faktor 2: Lemahnya Marketing Skill
Hampir semua orang sanggup untuk memulai dan membangun sebuah bisnis baru. Mulai dari kelas pedagang keliling sampai pengusaha bangunan. Tetapi kenyataannya, tidak semua orang ahli dalam menjual produk yang ditawarkan oleh usaha mereka.
Kurang­nya kemampuan sebuah bisnis baru dalam menjual, pasti akan meng­akibatkan rendahnya angka penjualan mereka. Dan hal tersebut pasti akan menjadi masalah serius, jika akhirnya pengeluaran dari usaha mereka, ternyata selalu lebih besar dibandingkan dengan angka pemasukan yang bisa mereka hasilkan. Artinya, dana cadangan dari bisnis tersebut akan terus berkurang untuk menutupi kekurangan overhead mereka, sampai akhirnya tidak ada lagi dana yang tersisa.
Dan dalam kondisi seperti ini, sebuah bisnis biasanya akan mulai berhutang  kesana-kemari hanya untuk sekedar menutup pengeluaran rutin  tersebut. Dan kalau kondisi seperti ini berlangsung terus menerus. Maka bisnis tersebut bisa dipastikan akan segera terjebak jatuh pailit dalam waktu yang tidak terlalu lama.
Faktor 3:  Lemahnya Business Skill
Bisnis baru yang gagal juga disebabkan oleh pemiliknya yang tidak mempunyai ke­te­­rampilan yang memadai dalam men­jalankan sebuah bisnis. Banyak pebisnis baru melakukan kesalahan fatal pada awal mendirikan usaha hampir di semua aspek, mulai dari pemilihan bidang bisnis yang tidak prospektif, strategi produk yang salah, pola perekrutan karyawan yang tidak tepat, dan hal-hal lainnya.
Business skill adalah kemampuan un­tuk melihat dan mengambil peluang bisnis yang ada di depan mata, serta menjalan­kannya dengan cara yang optimal tanpa harus mengorbankan biaya, tenaga dan waktu yang terlalu besar. Tanpa ke­mampuan ini, Anda akan terjebak pada keput­usan-keputusan yang salah dalam banyak hal. Dan umumnya harga yang harus dibayar atas kesalahan-kesalahan tersebut biasanya sangat mahal sekali.Kebanyakan orang memulai sebuah usaha dari business skill yang mereka miliki terlebih dulu, yaitu keterampilan yang meliputi banyak bidang ilmu, mulai dari dasar pengaturan keuangan, riset, membaca peluang, manajemen, keterampilan dalam produksi, dan lain-lain. Walaupun banyak bidang ilmu yang terlibat di dalamnya, tetapi saya meletakkan kemampuan ini pada urutan ketiga sebagai faktor penentu kegagalan start-up business.
Karena sejelek apa pun pengelolaan sebuah bisnis, tetapi kalau mental pe­bisnisnya sudah terlatih dan mereka mampu mencetak angka penjualan dalam jumlah besar. Maka bisnis tersebut pasti akan bisa bertahan.Tetapi, serapi apapun pengelolaan sebuah bisnis. Tanpa kemampuan untuk me­ngen­dalikan mental dan memasarkan pro­duk mereka dengan baik. Maka bisnis tersebut juga pasti akan ambruk seiring dengan rendahnya penjualan mereka dan frustasi yang mendera mereka melihat bisnis yang mereka jalankan tidak kunjung mendekati sasaran yang mereka harapkan. Dan kombinasi dari ketiga keterampilan inilah yang harus dikuasai oleh pemilik sebuah bisnis baru. Sehingga dia tidak saja hebat dalam menjalankan bisnisnya, tetapi juga piawai dalam menjual, serta tahan banting setiap kali dia menghadapi masalah dalam bisnisnya.

Sumber :  http://aditya2810.blogspot.co.id/2016/04/arti-penting-orientasi-pemasaran.html
    http://thanah-nanu.blogspot.co.id/2010/12/identifikasi-peluang-usaha-baru.html
                 http://businesswizards.biz/2013/10/gagalnya-bisnis-baru/

                        A rti Penting Orientasi Pemasaran Bisnis kecil terkadang mengalami kegagalan, p enyebab gagalnya bisnis kecil ada...